Selamat Datang di Pimpinan Pusat Perguruan Seni Beladiri Indonesia " TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH "
Login Member
Username:
Password :
Profil Juara
Nahla Faiza Rahma
Juara II O2SN Siswi SD Muhammadiyah Serut Palbapang Bantul, Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari Kontingen D.I. Yogyakarta
:: Selengkapnya
Agenda
30 May 2017
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 6962
Pengunjung : 831
Hari ini :
Hits hari ini :
Member Online : 41
IP : 54.162.91.86
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

walyana.tapaksuci_online    pimpinanpusat_tapaksuci

Tapak Suci, Antara Perguruan dan Organisasi Otonom

Tanggal : 01-09-2016 08:09, dibaca 298 kali.

Sebagai sebuah organiasi yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, Tapak Suci dikenal sebagai salah satu organisasi otonom (Ortom). Bersama Ortom lainnya seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci mengemban amanah yang tidak ringan.

 

Tapak Suci, selain dikenal luas dengan segala bentuk prestasi di berbagai ajang beladiri pencak silat, juga mengemban amanah pengembangan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah. Hal itu ditandai secara kasat mata dari format Ortom ini dengan sistim organisasi sekaligus perguruan beladiri pencak silat.

 

Bicara tentang kondisi kekinian Tapak Suci, di tengah kemajuan zaman yang semakin memudahkan seluruh aktivitas manusia, Tapak Suci telah pula mengedepankan diri dengan terus mengikuti arah kemajuan tersebut. Ditandai dengan pengembangan secara organisatoris melalui penyusunan database nasional untuk setiap elemen yang ada, Tapak Suci diharapkan mampu menjadi salah satu organisasi beladiri pencak silat yang kian besar.

 

Namun dalam perkembangannya di lapangan, secara alamiah berbagai rintangan dan tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Paradigma yang mengikat para pehobi dan pegiat pencak silat Tapak Suci, belum merata pemahamannya terhadap arti penting keorganisasian dari perguruan dan ortom ini. Kesulitan dan perlambatan proses pengorganisasian, pengelolaan yang profesional, serta terbentuknya database sebagai peletak dasar arah pengembangan, adalah salah satu akibat dari masih terjadinya benturan paradigma antara organisasi dan perguruan beladiri.

 

Hal tersebut di atas mungkin sering terjadi di tingkat kepengurusan wilayah dan daerah. Mencermati hal itu, secara sadar hendaknya ada upaya-upaya konkrit untuk menyelamatkan Tapak Suci sebagai organisasi, bukan melulu sebagai perguruan beladiri pencak silat. Melalui berbagai program keorganisasian, Tapak Suci memiliki rencana program peningkatan sumber daya setiap elemen di dalamnya. Perkaderan dan up-grading keanggotaan, sebagai usaha mencekoki setiap elemen yang ada dalam pemahamannya berorganisasi, sangat penting dilakukan.

 

Peningkatan sumber daya manusia di bidang keorganisasian ini, dirasakan sangat penting mendapat porsi lebih untuk mempertahankan keberadaan Tapak Suci sebagai organisasi. Eksistensi kepengurusan di berbagai tingkatan, yang memiliki dua jenis kepemimpinan secara kasat mata, yakni kepemimpinan pembidangan organisasi dan kepemimpinan bidang keilmuan beladiri, kadang menjadi paradoks dalam prakteknya.

 

Pembagian tugas pokok dan fungsi masing-masingnya, tidaklah mesti bersinggungan. Dengan tupoksi yang jelas, keduanya akan berjalan sealur dengan kebutuhan pengembangan organisasi sekaligus perguruan beladiri pencak silat. (bersambung)

 

Penulis: Nova Indra (pimpinan lembaga Pusat Pengkajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia – P3SDM – Melati, Kader TSPM)

 



Pengirim : NOVA INDRA
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas